dimas' posts with tag: work space
 | gundah. | Aug 26, '08 12:07 AM for everyone |
saya gundah. saya muak dan benci dengan rutinitas yang saya jalani di kantor ini. give me 5 good reasons to stay in this office.
never seen mission impossible office? than, you'd better come to my office. faster, better. everything here is doing with mission impossible way. we got lot of mission impossible bosses, with a smaller number of mission impossible agents.
last year this office recruited about 200 agents. this will be a good sign for mission impossible office. but, apparently the human resource division in this mission impossible office is a bit dumb. they put me, one of the agent, in the wrong field. they put me in research division, which make "almost" a researcher. but it's okay, i can deal with it.
now, my mission impossible boss number one is asking me to make a design for publication. after that, the second mission impossible boss asked me the same thing for different publication. so, i have two publication design waiting. while i'm still doing the first one, mission impossible boss number two came and asked me to make another two publication design. so, there's four publication design waiting. and the deadline is on friday morning. hahahahaha.
as a mission impossible agent, i won't be crazy because of these jobs. if my senior, Ethan Hunt, could kill lot of people, why can't i finish four publication design in two day? haha.
friday morning i'll deliver all of these shits to my bosses mouth. hope they'll happy and no revision. :(
gw kerja di departemen yang komunikasi dan informatika banget deh. niatnya sih gitu, tapi yang ada justru jadi departemen yang minim komunikasi dan informatika banget deh. tapi gapapa, toh gw udah kejebur di situ. nah, yang mau gw ceritain adalah ruangan gw kerja. ruang tempat gw kerja sehari-hari ini terletak di gedung yang berada di bagian belakang area kantor gw, dan lokasi ini otomatis membuat gedung ini dinamakan gedung belakang. gedung belakang ini dipisahin sama oleh tempat parkir dan lapangan mini futsal dengan gedung depan. gedung belakang ini masih kuno banget, alias belum dipugar seperti gedung yang di depan. kalau kata orang, gedung gw ini ngga cocok banget jadi gedung departemen, dan gw pun teramat sangat sependapat dengan mereka. ruang kerja gw ada di lantai empat. naik lift, belok kiri, pintu kedua sebelah kanan. ruangan kecil, dihuni oleh sekitar 6 orang, yang masuknya tempo-tempo. dari tujuh meja yang ada di ruangan ini, yang ada komputernya cuma ada tiga. alhamdulillah, gw dapet yang ada komputernya. haha. ruangan ini lumayan unik. langit-langitnya jadul berat. ada beberapa lampu yang nyala dan mati. di seberang meja gw ada perpustakaan dengan buku-buku ala birokrasi. ada juga beberapa novel, tapi gw belom sempet baca. di atas rak buku ada lubang ventilasi yang  dulunya buat exhaust fan. tapi sekarang mati tuh, malah ada lobang kecil yang digunakan keluar masuk oleh penghuni sejati ruangan ini, yaitu tikus. gw beberapa kali mergokin tikus ini lagi jalan-jalan. keliling ruangan nyari-nyari makanan yang kececer. lucunya, tikus ini cuma keluar waktu sore, waktu orang-orang udah ngacir. pinter apa gimana tuh tikus? nah, yang lucunya di kantor gw ini, seringkali ada orang-orang yang dateng ngga jelas ke ruangan gw untuk keperluan yang juga ngga jelas. beberapa kali orang main nyelonong aja ke ruangan gw, dan mereka nawarin barang, berdagang. pedagang-pedagang ini ajaib. ada yang tukang jual alat kesehatan. nyelonong aja masuk, terus ngoceh macem-macem. ada yang jual make up, modusnya sama, nyelonong dan tiba-tiba nawarin. dasar emang, keamanannya payah. waktu itu juga pernah, bapak-bapak masuk ruangan gw tiba-tiba jualan kain batik kalimantan dari serat pohon apa lah, gw lupa nama pohonnya. yang kacaunya si tukang jualan ini bisu. jadilah gw iba. terpaksa gw dengerin si pedagang ini, padahal gw lagi banyak kerjaan. nah, tadi pagi juga ada pedagang yang tiba-tiba nyelonong masuk ruangan gw. pertama masuk dia keliatan ragu-ragu, keluar lagi, terus masuk lagi. dan setelah gw tanya sebentar, ternyata bapak itu mau jualan pempek. dia bawa pake kotak styrofoam pempek dah mateng dan kuahnya. emang aneh deh kantor ini. nah, sekarang yang lebih canggih lagi, sekarang hampir jam 2 siang, dan semua orang dah ngga ada.. hahahahahah..
apa? gw harus menghabiskan waktu di jogja selama 26 hari dengan berdiklat? yang bener aja. tapi katanya ada bayarannya. oke deh, gapapa. toh kalo ngeliat diklat jakarta bayarannya 50.000 sehari. yah, mayan, buat ngisi dompet. sampe jogja, kok kecewa ya? makanan ga enak, kamar ga enak, trus yang diajarin malah ga jelas? kontol. ngapain gw ada di sini? ko makin hari makin ancur? gw dapet gosip bayaran perharinya bukan 50 rebu, tapi 12.500. kan jogja, begitu kata mereka. sudahlah. diem aja. ga mau pusing.
then, today is the day. tiba-tiba dipanggil untuk ngambil duit, bahagia, tanda tangan, dan ternyata: 221.000 saja. what the fuck? kemana itung2an gw yang indah itu? tai, ternyata diklat sialan ini cuma ngasih 10 rebu perhari yang dimana perhari itu juga kena pajak negara 15 persen. jadilah hasilnya kaya begitu. tai kucing rasa coklat, mendingan gw tetep di kantor aja deh, toh uang makan di kantor 15 rebu perhari. TAIIIIIIIII.
saya selalu senang melihat darah-darah baru itu begitu bersemangat. dalam satu atau dua bulan pertama, mereka selalu giat bekerja dan menyumbangkan ide-ide brilian. sama seperti saya saat baru bergabung di perusahaan bodoh ini, saya juga selalu bersemangat dengan visi yang sangat ideal. namun, memasuki bulan ketiga hingga keenam, alias setengah tahun, saya pun mulai melambat. melihat keadaan yang penuh warna abu-abu buram. apakah darah-darah baru tersebut akan bersikap demikian?
beberapa kawan saya pun bersikap seperti saya, terutama kawan-kawan yang memang hidup dengan tujuan (keluarga). berbeda dengan kawan-kawan yang tidak berkeluarga, yang berkeluarga umumnya lebih memikirkan masa depan. sehingga bila ada sebuah keadaan yang tidak pasti di perusahaan, mereka akan meradang. kawan-kawan yang tidak berkeluarga tentu tidak salah bila terus menerus bekerja keras layaknya budak, tapi mengapa saya tetap merasa darah saya akan semakin lambat jalannya bila bekerja di perusahaan ini, padahal saya belum berkeluarga. tapi dalam hal perusahaan ini, saya justru memilih berada dalam lingkungan berkeluarga, meskipun status saya sebaliknya.
perusahaan yang akan saya tinggalkan esok hari ini memang unik. selalu memulai sesuatu dengan ide-ide brilian dan menyenangkan, dan selalu berakhir dengan kekecewaan dan kesedihan. saya adalah salah satu korban yang terperangkap. ketika bergabung, saya berapi-api. saya dijanjikan sesuatu yang jauh melebihi pemikiran saya. saya gembira. tapi apa yang terjadi? satu setengah tahun kemudian, saya menemukan kenyataan yang menjijikan. semua yang berada di perusahaan ini benar-benar memuakkan. tentunya selain kawan-kawan saya sesama staf dan beberapa manajer. segala idealisme dan sistem yang dianut perusahaan ini sungguh penuh kemunafikan. jujur, saya benci sekali dengan perusahaan saya ini berkaitan sesuatu yang terjadi pada pagi hari tadi. tapi sudahlah.
ini adalah malam terakhir saya di kantor ini, juga malam terakhir saya bersentuhan dengan acer travelmate 2420 yang selalu saya pakai setiap hari selama satu setengah tahun ini. besok, perlengkapan pekerjaan ini akan saya kembalikan kepada perusahaan ini. saya akan meninggalkan perusahaan ini dan melangkah menuju perusahaan yang baru. apakah tempat baru tersebut akan lebih baik dari tempat saya sekarang? tidak juga, tapi setidaknya akan ada sedikit kejelasan dalam segi pekerjaan dalam tempat baru tersebut.
semoga saya tidak menjadi darah yang menggumpal dalam pekerjaan baru nanti. semoga.
hahaha, judul yang sangat provokatif kan? yang pasti anda semua sangat tertarik untuk membaca, hehe. emang sih, gw nggak sekantor dengan cinca lowra, yang ada malah lebih buruk. gw sekantot dengan orang-orang yang cinca lowra wannabe. yeah rite, seorang cinca yang cuma bisa gw denger lewat infotainment aja udah buruk banget, sekarang ada kembarannya di kantor gw? oh my god.
bencana ini bermula di awal tahun 2008. nona cincau (kita sebut begitu aja cinca lowra palsu ini), masuk kembali di kantor ini. kenapa gw bilang masuk kembali, soalnya nona cincau ini dulu udah pernah kerja disini sekitar pertengahan 2007, terus doi kabur dengan alasan mau ikut pacarnya keluar negeri. eh, entah kenapa nona cincau malah balik kerja di kantor ini lagi. ckckckckck, weirdo. anyway, nona cincau balik lagi dan membuat hari-hari ini terasa indah, eh, terasa menyesakkan. yang membuat lebih parah lagi, nona cincau ini pun seruangan sama gw. lengkap, kap, kap.
semenjak kedatangannya kembali ke kantor ini, gw pikir gw akan merasa seeneg-enegnya, tapi ternyata nggak deng. kalo pagi sampe siang, nona cincau rupanya nggak banyak ngomong, malah diem aja. mungkin sakit gigi, atau mungkin laper, atau mungkin juga sakit perut setelah memakan makanan kantor yang bentuknya menyedihkan. jadi siang hari gw cukup nyaman.
nah, masalah mulai timbul kalo udah sore. entah kenapa begitu hari menjelang sore, nona cincau mulai berkicau (aha, berima). mulai deh nona itu ngomong macem-macem dengan diselipi bahasa-bahasa inggris yang tidak perlu. seperti: oh my god (dengan aksen inggris - indonesia, huek), i mean, aha atau eh-em (ini adalah nada menyetujui kalo lagi ngomong ama orang lain. biasanya, orang normal kalo menyetujui lawan bicara bakal bilang iya, oke, dst, nah nona cincau ini memilih bilang aha atau ehem, jangan lupa aksen inggris - indonesianya yaa), terus juga beberapa kata lainnya yang gw lupa.
nona cincau ini sebenernya udah sering disindir, bahkan sama manajernya sendiri. tapi kok tetep aja ya? apakah ada semacam kebanggaan saat orang-orang menyindirnya ya? sama persis kaya cinca lowra yang disindir di tivi tapi malah makin jaya. ckckckckck.
sebenernya sih gw nggak terlalu terganggu, karena dia tidak pernah ngobrol langsung sama gw. tapi entah kenapa ngedenger nona cincau ini ngomong aja bikin gw mual-mual. hamil apa? kenapa ya? kenapa dia nggak bisa mengungkapkan sesuatu dengan bahasa indonesia aja? padahal, orang bandung kok, orang sunda. kenapa nggak ngomong sunda aja gitu?
gosh, why can't you just speak indonesian?
tambahan: ada teori menarik kenapa orang di kantor gw ini bisa menjadi cincau lowra versi 2. kalo menurut temen gw, nona cincau itu kultur shock alias gegar budaya. dia gegar budaya sama kantor yang indonesia banget, makanya dia maksa pake bahasa inggris. hahaha.
| |